Rabu, 11 September 2013

Handphone Tenaga Surya (Paper2.0)

Handphone Tenaga Surya

                Pada saat ini dan masa yang akan datang, kita mungkin tidak bisa bertahan dengan hanya memanfaatkan sumber-sumber energi yang biasa-biasa saja. Sumber energy itu bila digunakan terus menerus lama-kelamaan akan habis, maka dari itu untuk menghemat sumber energi tersebut kita memerlukan energi alternatif. Ada berbagai macam sumber energi alternatif di bumi ini. Contoh sumber energi alternatif antara lain air sebagai pembangkit listrik , ombak sebagai pembangkit listrik, air laut sebagai biodiesel, panel surya, biogas, angin dan masih banyak lagi.
                Sumber energi listrik di bumi banyak tapi seiring bertambahnya populasi dan kebutuhan manusia jumlah energi listrik menjadi sangat terbatas. Pada saat ini banyak energi listrik yang bersumber dari tenaga air (hydro power) yang mengalir yaitu berupa PLTA kalau di Indonesia. Ada juga juga sumber energi listrik yang menggunakan tenaga surya, nuklir dan sebagainya. Pembangkit listrik  dengan tenaga surya dan nuklir kini tengah dikembangkan walaupun hanya sedikit. Tenaga surya merupakan sumber energi listrik yang paling berpotensi dan perlu untuk dikembangkan saat ini mengingat kebutuhan akan energi listrik semakin banyak.
                Cahaya matahari adalah sumber utama dari energi alternatif tenaga surya. Penggunaan tenaga surya dalam bidang pertanian yaitu dengan memindahkan karbondioksida ke atmosfer. Energi matahari diubah menjadi energi listrik menggunakan sel surya atau sel fotovoltaik. Contoh penggunaannya yaitu menghidupkan kalkulator, mobil tenaga surya, kompor tenaga surya, dan masih banyak lagi.
Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.
Panel surya sudah diaplikasikan sebagai sumber energi. Misalnya pada rumah yang atapnya berupa panel surya, mobil berpanel surya dan sebagainya. Sayangnya di Indonesia belum banyak pemanfaatan menggunakan panel surya atau tenaga surya ini. Padahal, sebagai negara beriklim tropis Indonesia memiliki sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun.
 Panel surya ada beberapa jenis. Yaitu yang pertama adalah Monocrystal. Merupakan panel yang paling efisien yang dihasilkan dengan teknologi terkini dan menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Monokristal dirancang untuk penggunaan yang memerlukan konsumsi listrik besar pada tempat-tempat yang beriklim ekstrim dan dengan kondisi alam yang sangat ganas. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.
                Jenis panels surya selanjutnya adalah polikristal. Merupakan panel surya yang memiliki susunan kristal acak karena dipabrikasi dengan proses pengecoran. Type ini memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama. Panel suraya jenis ini memiliki efisiensi lebih rendah dibandingkan type monokristal, sehingga memiliki harga yang cenderung lebih rendah.
                Jenis panel surya yang terakhir adalah Thin Film Photovoltaic. Merupakan panel surya ( dua lapisan) dengan struktur lapisan tipis mikrokristal-silicon dan amorphous dengan efisiensi modul hingga 8.5% sehingga untuk luas permukaan yang diperlukan per watt daya yang dihasilkan lebih besar daripada monokristal & polykristal. Inovasi terbaru adalah Thin Film Triple Junction PV (dengan tiga lapisan) dapat berfungsi sangat efisien dalam udara yang sangat berawan dan dapat menghasilkan daya listrik sampai 45% lebih tinggi dari panel jenis lain dengan daya yang ditera setara.
                Pada essay ini, saya akan membahas tentang penggunaan tenaga surya sebagai energi alternatif di handphone. Di era modern saat ini, handphone hampir dimiliki setiap masyarakat. Bahkan anak kecilpun sudah memiliki handphonenya sendiri. Handphone juga telah menjadi kebutuhan primer di masyarakat kota agar tetap dapat berkomunikasi yaitu telepon, sms, internet, e-mail, chat dan sebagainya. Saat ini di pasaran sudah tersedia beberapa merk misalnya Nokia, Samsung, Sony, Motorola, Cross, dan masih banyak lagi. Akan tetapi pada saat ini handphone hanya menggunakan energi listrik yang bersumber dari baterai yang direcharge menggunakan sumber energi listrik yang biasa. Hal itu bisa memboroskan sumber energi di bumi ini mengingat semakin banyaknya pengguna handphone. Maka dari itu handphone perlu menggunakan energi alternatif yaitu energi dari tenaga surya.
                Handphone dengan tenaga surya bisa dibuat dengan menggunakan panel surya untuk menangkap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Panel surya tersebut dapat diletakkan di layar handphone namun panel surya harus transparan agar pemakai handphone dapat melihat isi layarnya atau juga dapat diletakkan di belakang casing handphone. Panel surya bisa didaur ulang sampai sebesar 95% dari bahannya.
                Dengan menggunakan tenaga surya, masyarakat tidak perlu lagi merecharge ke stopkontak atau powerbank. Panel surya pada handphone akan menangkap energi cahaya matahari diubah menjadi energi listrik pada siang hari kemudian disalurkan untuk diisi ke baterai jadi bisa juga handphone digunakan di malam hari karena masih ada energi listrik yang tersimpan. Maka dari itu, penggunaan tenaga surya pada handphone ini akan menghemat konsumsi energi listrik di bumi.
                Handphone tenaga surya ini akan sangat efisien kalau diproduksi di Indonesia. Indonesia memiiliki iklim tropis sehingga sinar matahari bersinar sepanjang tahun. Dengan sinar matahari yang banyak itulah yang mendukung pengembangan handphone tenaga surya ini.
                Jenis panel surya yang dapat digunakan adalah amorphous. Amorphous juga sering dipakai di kalkulator. Amorphus menghasilkan daya dan efisiensi yang lebih tinggi daripada jenis panel lainnya yaitu sudah dijelaskan di paragraf di atas. Akan tetapi, handphone memerlukan panel surya yang memiliki daya lebih besar daripada panel surya di kalkulator.
                Penggunaan tenaga surya di handphone belum dapat dikembangkan secara efisien. Hal itu dikarenakan ilmu pengetahuan yang kurang maju sehingga belum bisa mengefisienkan penggunaan panel surya di handphone. Kurangnya pengefisienan penggunaan panel surya di handphone berakibat borosnya baterai handphone atau penghabisan dana terlalu banyak dalam pembuatan handphone tersebut.
                Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak energi alternatif di bumi. Energi alternatif sangat dibutuhkan untuk menghemat energi di bumi ini dan salah satu energi alternatif adalah tenaga surya yang dapat digunakan di berbagai macam perangkat, salah satunya adalah handphone. Panel surya menerapkan prinsip go green. Selain hemat energi, sebagian komponen panel surya juga dapat didaur ulang . Apabila handphone bertenaga surya ini dapat direalisasikan atau dikembangkan maka energi di bumi ini akan awet untuk kemakmuran makhluk hidup di bumi ini.
                Saran saya melalui essay ini adalah gunakan energi dengan bijaksana untuk kemakmuran seluruh makhluk hidup di bumi ini. Serta selalu kembangkan ilmu pengetahuan kita untuk menciptakan teknologi baru yang hemat energi. Demikian yang saya sampaikan, semoga bermanfaat.



Daftar Pustaka